1. ESCAPE

Kepada YTH
Sekolah baruku
Di tempat
Perkenalkan, namaku Diana Rendy. kau merupakan sekolahku yang keseratus atau mungkin kesejuta. Hari ini, akan kuisi sebuah bangku di sudut yang tak akan menarik perhatian siapa pun. Pembahasan hukum Gerak Newtom membuat tanganku terlipat rapi di meja. Mengapa para guru tidak pernah mengajukan pertanyaan sesungguhnya? bahkan pertanyaan sederhana seperti, "Apakah kamu baik-baik saja?"
Aku punya jawaban untuk pertanyaan yang tak akan pernah dilontarkan para guru. tentang bagaimana ayahku kehilangan nyawanya. Atau tentang cinta dan perhatian ibuku yang tercurah pada pekerjaanya. Kalau perlu, aku bisa membeberkan sederet alasan mengapa aku lebih baik menghilang saja dari dunia. Aku tak perlu belajar lagi. Cita-citaku sederhana. Aku inin lari. sejauh-jauhnya.
Demikian surat pengantar ini kusampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kuucapkan terima kasih.
---
Nah, itu blurb-nya. Waaah, segera di borong, yuk!
2. Nenek Gaul Super Kepo
Ihh, pengen beli! Mungkin itu salah satu kata yang terlontar saat lihat cover buku ini. Judulnya saja sudah bikin kepo, apalagi isinyaa, greget ... salah satu karya dari anak Jember, Kak Zahra Fuady pun terbit. Penasaran? Intip blurb-nya, yuk! Dan jangan lupa beli bukunya untuk menuntaskan ke-kepoanmu!
“Jadi, dulu itu, pas Nenek masih SMA, Nenek sekelompok sama Marini, Marina, Sumarti dan Ajeng. Marini dan Marina itu kembar, gemuk dan doyan makan baso. Sumarti itu yang kurus. Kalau kumpul sama Marini dan Marina, mereka kayak angka 100.”
Arini dan Elma tertawa terbahak-bahak.
"Ajeng itu yang pendiam, rambutnya diikat dua, pakai kacamata, saking diamnya, dia enggak bakal pingsan kalau kena lempar bola voli. Nah, Nenek ini yang medium, enggak kurus, enggak gemuk, enggak cerewet dan paling cantik,” kata Nenek penuh percaya diri. "Wajar kalau banyak yang suka sama Nenek." Beliau tersenyum lebar.
“Ciee … Ekhmmm …,” goda Arini dan Elma.
Awalnya Arini, Yuni, dan Elma kesal dengan kelakuan ibu kos mereka, seorang nenek yang sangat kepo. Demi tidak ketinggalan berita, Nenek rajin baca blog, folbek, bahkan stalking keberadaan mereka lewat social media.
Meskipun begitu, ternyata Nenek juga penasihat andal, selalu sukses mendamaikan perselisihan. Suatu hari, datang anak baru yang selalu menyebarkan berita bohong di rumah kos mereka. Bagaimana Nenek gaul ini menyelesaikan masalah yang dihadapi?
---
Menarik, bukan? Di borong, yaak!
3. Dear Baba
Hihi, ini novel dari Kak Sabrina Putri Lofissa. Mari diintip blurb-nya. Jadi pengen beliii ...
Mimpi besarku tiba-tiba berbalik menjadi sesuatu yang kubenci. Semuanya harus kutinggalkan dan kukubur dalam-dalam. Karena mimpi itu menjadi kenangan pahit yang membawa Anne pergi untuk selamanya.
Setelah kepergian Anne, hanya Baba yang ada disampingku. Menghiburku ketika aku sedih. Dan selalu meyakinkanku agar mimpi yang pernah kutanamkan itu tidak hilang. Namun, sering sekali aku tak menghiraukannya. Aku berusaha menyibukkan diri, mencari sesuatu yang baru.
Sampai pada hari di mana sesuatu menimpa Baba, Aku sadar bahwa dialah sahabat sejatiku. Apa yang terjadi dengannya membuatku takut jika aku tidak bisa lagi melihat senyum lesung pipitnya. Aku takut jika tidak ada lagi uluran tangannya ketika aku terjatuh. Karena dia, aku ingin memutar waktu. Aku ingin mengukuhkan janjiku untuk menyayanginya sepanjang waktu.
---
Huhu, siapin tissue kalau mau baca novel yang satu ini!
Nah, demikian persembahan novelnya ... dadaa! Selamat siang!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ayoo, komentarnya! Terimakasih sudah berkomentar ...
Thank you gaes!